Minggu, 20 November 2016

Cinta Ditolak Dukun Bertindak


Seseorang menolak cinta anda?
Padahal anda sudah berjuang maksimal untuk mendapatkannya.

Tidak perlu menyerah, apa lagi putus asa.
Bukankan anda pernah mendengar istilah 'Cinta Ditolak, Dukun Bertindak'.

Sebuah paket pelet khusus bagi anda yang ditolak cinta.
Akan mempengaruhi sukma halus sasaran, hingga ia menaruh cinta kepada anda.

Cukup anda cari tahu nama dan keberadaan dia, kami bantu kerisauan anda.
Karena cinta milik semua makhluk, dan cinta bisa diarahkan.

Mahar Rp. 2.900.000,-

Dewa Tapa Putih
A. Jl Sentosa Lama Gg Keluarga No. 11 Medan - Sumatera Utara.

B. Balai Naik Betuah  Dewa Tapa Putih 
Jl Makmur Gg Bunga Anggerek No. 11 - Pasar VII Medan Tembung - Sumatera Utara.

Phone: +62 812 60050085
Wa/BBM: +62812 60050085 /D30EF095


Minggu, 06 November 2016

Pegangan Wasilah Dewa Tapa Putih


Azimat yang sering disingkat dalam sebutan menjadi Jimat, adalah tangkal berupa  sesuatu benda berenergi  memberikan tuah dan/atau memberi dampak positif kepada pemiliknya. 

Azimat terdapat dalam pelbagai jenis bergantung keilmuan dan sumber budayanya.



Pegangan Wasilah Sebagai Gelombang Energi

Secara umum semua jenis gelombang pada sebuah benda khusus  memiliki sifat-sifat sebagai berikut : 
- merambat lurus
- dapat dipantulkan (refleksi)
- dapat berinterferensi
- dapat melentur (difraksi)
- dapat dipolarisasikan (khusus gelombang transversal).

Materi, energi  dan gelombang memiliki hubungan yang tidak terpisahkan, karena masing-masing keberadaannya dipengaruhi oleh yang lainnya. 

Energi memiliki sifat partikel (materi) dan materi memiliki sifat gelombang.

Setiap hari alam semesta secara alamiah sudah menyediakan berbagai macam gelombang, seperti gelombang laut, gelombang suara sampai gelombang cahaya yang selalu dipancarkan oleh matahari. Ini baru sebagian kecil dari gelombang Ilahiah itu.

Diluar yang alamiah, keilmuan manusia kini dan warisan nenek moyang,  mampu menciptakan gelombang-gelombang tertentu yang bisa dimanfaatkan untuk Wasilah itu.

Demikian halnya dengan Pegangan Wasilah, ia sebagai materi yang memiliki energi dan gelombang, jika Pegangan Wasilah itu diperbuat oleh orang yang faham ilmunya dan yang memakai tidak mempertuhankannya.
Layaknya sebuah remote control. Ia cuma alat yang tidak perlu disembah sembah, namun memiliki fungsi yang mampu menghidupkan berbagai alat seperti TV, AC, Tape dan sebagainya.

Pegangan Wasilah Dewa Tapa Putih

Dewa Tapa Putih memahami hal ihwal di atas.
Karenanya Pegangan Wasilah  yang ditawarkan Dewa Tapa Putih adalah wasilah yang memang berfungsi sebenar-benar fungsinya. 

Berbagai  Pegangan Wasilah ala Dewa Tapa Putih telah terbukti memiliki manfaat jika disesuaikan pada tubuh yang menggunakannya.

Berikut sebagian kecil Pegangan Wasilah  Dewa Tapa Putih yang paling dicari-cari:

1. Pegangan Wasilah Pengasih: Puteri Merak Jingga.

Dipergunakan wanita untuk memunculkan pesona diri, sehingga lawan jenis akan jatuh hati.

2. Pegangan Wasilah Pengasih: Laksamana Aru.

Dipergunakan pria untuk memunculkan pesona diri, sehingga lawan jenis akan jatuh hati.

3. Pegangan Wasilah Pengasih: Megat Siyahrani

Dipergunakan bagi pria atau wanita penyuka sejenis ( gay / lesbian ), untuk memunculkan pesona diri, sehingga orang yang dituju akan jatuh hati kepada si pemakainya.

4. Pegangan Wasilah Pengasih: Hakap Roto

Dipergunakan untuk menarik hati seseorang atau sekelompok orang, agar rela dan tulus kepada sipemakai azimat. Hingga sipemakai azimat bisa mendapatkan apa yang ia mau dari orang yang dituju. Ini sejenis  Pengeretan.

5. Pegangan Wasilah Pesona: Puteri Jouhari.

Pegangan ini sangat cocok untuk wanita penghibur, Sales Promotion Girl/Boy, Entertainer, atau yang sejenisnya. Agar muncul pesona diri dan selalu disukai dan diidam-idamkan.

6. Pegangan Wasilah Kebal: Majal Jangat.

Bila dipakai Pegangan Majal Jangat ini. Kulit akan kebal dari serangan senjata tajam atau peluru. Sebelumnya diadakan ritual Majal Jangat yang khusus.

7. Pegangan Wasilah Pemikat Sukma.

Ini adalah sejenis Perkasih atau Pelet yang memakai pegangan wasilah dengan memadukan energi dan gelombang tubuh sipemakai dengan energi dan gelombang resonansi gaib.

8. Pegangan Wasilah Pelaris: Uncang Niago.

Sangat tepat untuk pedagang, pebisnis atau usahawan. Akan melipatkan keuntungan, serta usaha menjadi maju.

9. Pegangan Wasilah Kesuksesan: Mustiko Rangkayo.

Pegangan ini akan memunculkan produktifitas hidup, hingga anda lebih kreatif namun tetap bahagia, dan keinginan selalu bisa diperoleh.  Mustiko Rangkayo akan menjadikan  sipemakai menjadi berkecukupan dalam materi dan hati selalu bahagia.


Dewa Tapa Putih
A. Jl Sentosa Lama Gg Keluarga No. 11 Medan - Sumatera Utara.

B. Balai Naik Betuah  Dewa Tapa Putih 
Jl Makmur Gg Bunga Anggerek No. 11 - Pasar VII Medan Tembung - Sumatera Utara.

Phone: +62 812 60050085
Wa/BBM: +62812 60050085 /D30EF095



Susuk Deli ala Dewa Tapa Putih


Kata Susuk berasal dari bahasa Melayu yang bermakna beragam,  yaitu: Terusan, Lobang Kancing, Sikap Tubuh, & Disematkan. 

Ilmu Susuk merujuk pada suatu cara memasukkan benda khusus berenergi positif ke dalam badan seseorang secara spiritual untuk mendapatkan suatu kelebihan. 

Benda khusus berenergi positif tersebut umumnya berupa emas, berlian dan lainnya. 

Kelebihan yang dimaksud berupa perlindungan spiritual, penarik lawan jenis atau sejenis, penambah daya tarik, dan kekuatan pada fisik yang kesemuanya merupakan suatu bentuk menaikkan tuah dan marwah seorang yang telah menggunakan susuk tersebut.

Pengguna susuk biasanya memiliki pantangan-pantangan yang harus ditaati. 

Sejarah susuk berawal dari Melayu Sumatera Timur di Provinsi Sumatera Utara sekarang. Hingga kini Kampung Susuk masih ada di Kota Medan.
Selanjutnya kebudayaan itu juga ada di wilayah Melayu lainnya, seperti  Malaysia, yang kemudian menyebar ke Jawa. Dalam ajaran Islam, pola susuk yang menular ke Jawa dan polanya tidak sesuai aqidah dianggap haram, oleh banyak ulama.


Dewa Tapa Putih yang bermukim di Kota Medan, memiliki keilmuan Susuk yang tidak bertentangan dengan kaidah. 
Keilmuan Susuk Deli ala Dewa Tapa Putih, dijamin tidak memberatkan pemakainya saat-saat menghembuskan nafas terakhir, karena tidak melanggar kaidah.

Susuk Deli ala Dewa Tapa Putih mampu menaikkan tuah, meninggikan marwah, perlindungan spiritual, penarik lawan jenis atau sejenis, penambah daya tarik rezeki, dan kekuatan pada fisik, serta pesona alamiah yang tidak terdeteksi.



Dewa Tapa Putih
A. Jl Sentosa Lama Gg Keluarga No. 11 Medan - Sumatera Utara.

B. Balai Naik Betuah  Dewa Tapa Putih 
Jl Makmur Gg Bunga Anggerek No. 11 - Pasar VII Medan Tembung - Sumatera Utara.

Phone: +62 812 60050085
Wa/BBM: +62812 60050085 /D30EF095




Sabtu, 05 November 2016

DEWA TAPA PUTIH - Siap Membantu




Kesembuhan yang bersumber dari Energi Ilahiah bisa datang dari berbagai cara yang benar dan dilakukan oleh ahlinya.

Adalah Terapi Sentuh Meridian Tubuh  dengan menggabungkan Transfer Energi Kesembuhan Cahaya Ilahi. 
Sebuah metode halal untuk kesembuhan khas Dewa Tapa Putih.

Dalam terapi ini, akan dilengkapi dengan Media Air Karomah & ramuan tradisional warisan moyang. 

Dewa Tapa Putih juga membantu Tuan-Tuan dimanapun berada, dari etnis dan agama apa pun juga, untuk:

* Menarik dan mengunci suami/istri/kekasih agar selalu setia.

*Menambah daya pesona seks.

* Jemput Tuah atau Ruwatan  untuk semua masalah yang sulit dipecahkan secara nalar - misalnya sulit jodoh, sering sakit, rezeki sulit, karier tidak meningkat, bisnis tidak berkembang, dll.

* Menumbuhkan Kewibawaan, disukai atasan dan bawahan

* Keilmuan Mendatangkan Rejeki yang tidak disangka-sangka, Pengeretan.

* Menyediakan dan insyaallah mampu memberi power untuk mengatasi berbagai problem.

SECARA KHUSUS UNTUK ANDA

* Menyediakan Jasa Pengawalan Khusus melalui khodam secara gaib untuk
menjaga dari kriminalitas, begal, penjarahan, dan bala, serta
bantuan gaib untuk keberuntungan dalam usaha atau rezeki. 
* Pagar Gaib - untuk memproteksi rumah, kantor dan tempat usaha dari niat jahat, jahil & pencuri.
* Pemanggilan pasangan yang berpaling dengan menggunakan ilmu supranatural warisan moyang, yang telah terbukti khasiatnya sebagai sarana pelet tingkat tinggi yang sangat makbul karena Sang Empunya Maha.

Dewa Tapa Putih
A. Jl Sentosa Lama Gg Keluarga No. 11 Medan - Sumatera Utara.

B. Balai Naik Betuah  Dewa Tapa Putih 
Jl Makmur Gg Bunga Anggerek No. 11 - Pasar VII Medan Tembung - Sumatera Utara.

Phone: +62 812 60050085
Wa/BBM: +62812 60050085 /D30EF095




Mengasah Indera Ke Enam



Indera keenam berperan sebagai indera untuk menangkap informasi tentang dunia sekitar yang tidak bisa diperoleh dengan indera biasa. Dalam bahasa inggris, indera keenam dikenal dengan istilah sixth sense. Adapun dalam istilah teknis parapsikologi, indera keenam dikenal dengan istilah ESP (extra sensory perception).

Normalnya, manusia memiliki lima indera, yakni indera penglihat (mata), indera peraba (kulit), indera pembau (hidung), indera perasa (lidah), dan indera pendengar (telinga). Kelimanya sering disebut dengan istilah panca indera. 

Dalam kehidupan sehari-hari, panca indera berperan dalam mendapatkan informasi tentang dunia sekitar.

Di luar lima indera itu, banyak orang meyakini adanya indera keenam atau mata bathin. Orang akan dianggap memiliki indera keenam jika mampu melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat, didengar atau dirasakan orang lain. Misalnya mampu melihat hantu atau bercakap-cakap dengan hantu. Demikian juga orang yang bisa meramalkan kejadian yang akan datang.

Berikut beberapa “citra” hasil penginderaan karena adanya indera keenam (hasil pengalaman beberapa orang):

* Seseorang dapat melihat pancaran bioelektromagnetik dari tubuh seseorang (ini disebut “aura“ ) dalam warna dan kombinasi warna tertentu.
* Seseorang yang dapat melakukan pengobatan psi dapat melihat seseorang dalam citra seperti foto rontgen hitam putih. Yang normal berwarna putih dan yang sakit berwarna gelap (hitam).
* Seseorang dapat merasakan adanya benda logam atau bukan logam dengan merasakan adanya getaran atau, rasa seperti tertusuk jarum pada telapak tangannya.
* Seseorang dapat mendengar seseorang bersuara secara jelas padahal orang tersebut berada ditempat jauh.
* Seseorang dapat melihat bayang-bayang atau citra “makhluk halus”.
* Seseorang ditutup matanya tetapi dia dapat mengenal jalan dan tidak menabrak barang-barang yang ada di depannya (seakan akan seperti tidak ditutup matanya).

Cara Mengasah Indera Keenam

1. Seseorang yang pembohong, maka sudah dipastikan memiliki kepekaan bathin yang rendah. Semakin sering berbohong, maka semakin rendahlah kemampuan itu. Maka jangan menjadi pembohong.
2. Ikhlas. Adalah kunci penting membuka indera keenam.
3. Mampu mengendalikan nafsu.
4. Berbaik sangka lah.
5. Lakukan ibadah secara rutin dan nikmatilah.
6. Lembutkan hati, dengan cara cenderung pada kebaikan.
7. Jangan suka berbantah-bantahan.
8. Jangan berlebih-lebihan dalam segala hal.
9. Lakukan pengamatan yang adil pada diri dan lingkungan.
10. Ikuti pelatihan penguatan intuisi yang bisa langsung dibimbing Dewa Tapa Putih.




Jumat, 04 November 2016

Dewa Tapa Putih: Jujur Dalam Ilmu



Saya tidak ingin membesarkan diri pribadi. Namun bagi saya selaku praktisi supranatural, diperlukan keilmuan yang terus digali, adil dalam bersikap dan 'melihat', serta punya naluri membantu masyarakat yang memerlukan keahliannya.

Seorang paranormal wajib terus beramal baik dan selalu mengasah keilmuan sebagai cendera mata dari Sang Pencipta.

Saya bukan maha hebat, namun saya akan malu pada alam semesta, mana kala tidak jujur di bidang ini.

Mari jujur berilmu !



Pesona Pada Penis


Thai Amulet ini populer disebut Palakid.


Di Balik Rezeki

img_6151

Mengenai hakikat rezeki harus difahami berdasarkan realitas maknanya, Kata rezeki dari kata  ar-Rizq, dalam bahasa Arab berasal dari  Razaqa-Yarzuqu-Rizq yang berarti: pemberian.
Jadi, secara etimologis rezeki berarti pemberian. Sebagai orang yang beragama, tentu yang dimaksud adalah Pemberian dari Tuhan.
Adapun menurut istilah,”Rezeki adalah Apa saja yang bisa dikuasai (diperoleh) oleh makhluk, baik yang bisa dimanfaatkan atau tidak”.
Walau rezeki sebenarnya luas maksudnya, namun di zaman seperti saat ini, rezeki selalu dihubungkan dengan uang dan kebendaan, yang berhubungan dengan kekayaan.
Ada beberapa cara agar rezeki dengan mudah mendatangi kita:
1. Jangan durhaka dan jangan menyakitkan hati orangtua. Santuni orangtua dengan uang, perhatian dan kasih sayang.
2. Jangan menganiaya diri sendiri, orang lain, dan seluruh makhluk.
3. Ikhlas.
4. Setiap hari berderma atau sedekah. Upayakan setiap pagi.
5. Perbanyak senyum, tanpa dibuat-buat.
6. Tidak memakan uang atau harta yang bukan hak.
7. Jangan tidur di pagi hari dari terbit fajar hingga tengah hari.
8. Berserah diri pada Tuhan namun optimis, bukan pasrah. Sabar namun bersungguh-sungguh.
9. Bergaulah dengan orang yang baik akhlaknya serta lancar rezekinya.
10. Jangan berburuk sangka kepada diri sendiri, orang lain, dan kepada Sang Pencipta.
11. Hindari aroma yang tidak membuat nyaman diri sendiri dan orang lain agar aura kebaikan mendekat. Aroma yang dimaksud adalah pada tubuh sendiri, di tempat tinggal, di tempat kerja, di tempat kongkow-kongkow.
12. Beribadahlah bila masih percaya bahwa rezeki bersumber dari Tuhan.
Jika anda adalah Muslim, lakukan yang diperintahkan berdasar kandungan Al Qur’an dan hadist. Sembahyang dhuha dan tahajjud lah.
13. Buka hubungan silaturrahmi.
14. Bersyukur dan hindari mengeluh.
15. Jangan menggantang asap, realistislah dalam memilih bidang usaha, berkaca pada potensi.
Jika 15 petuah ini dilaksanakan, maka rezeki akan datang dari manapun, tanpa menyulitkan.

Kamis, 03 November 2016

TUAH GEDUBANG






Sejak berbilang masa, Keris digunakan untuk mempertahankan diri dan sebagai alat kebesara diraja (Regalia). Tosan Aji ini juga merupakan lambang kedaulatan. 

Tosan aji adalah istilah untuk segala jenis senjata tradisional.

Tapi tahukah anda, sebuah ilmu kuno Tuah Gedubang?

Ilmu ini merupakan warisan kuno dengan menggunakan media Tosan Aji, seperti keris, parang atau juga tombak.

Keris, parang atau juga tombak yang telah diritualkan khusus Ilmu Tuah Gedubang, akan berdampak positif bagi orang yang menyimpannya, di rumah atau di tempat usaha.

Keris, parang atau juga tombak dengan gelombang energi super ini sangat cocok untuk:
 A. Pelaku Bisnis (usahawan),
 B. Pejabat atau Birokrat,
 C. Legislatif,
 D. Selebriti,
 E. Eksekutif Muda,
 F. PNS & Karyawan,
 G. dll.

Tosan Aji dengan Ilmu Tuah Gedubang berkhasiat untuk:


1. Menaikkan derajat & memunculkan kemuliaan.
2. Menimbulkan Wibawa & Kharisma.
3. Menaikkan aura tempat usaha, kantor & rumah.
4. Mengandung daya tarik meta-energy untuk menarik financial yang kuat dan besar.
5. Baik untuk menaikkan jabatan.
6. Memiliki energy-hypno yang mampu mempengaruhi bawah sadar seseorang sehingga menuruti kehendak.
7. Karena Tuhan, kekuatan gelombang energinya mampu menaikkan rezeki yang tidak putus putus.
8. Gelombang energinya menyesuaikan pada tubuh dimana tosan aji ini diletakkan, hingga muncul kesehatan dan produktifitas yang hebat.
9. Mempunyai energi yang benar-benar mampu menangkal serangan, baik gaib maupun nyata.

Jika berminat, saya siapkan untuk anda. 
Dengan mahar cuma pengganti Tosan Aji saja.















DEWA TAPA PUTIH

img_6128

Dewa Tapa Putih
A. Jl Sentosa Lama Gg Keluarga No. 11 Medan – Sumatera Utara.
B. Balai Naik Betuah Dewa Tapa Putih 
Jl Makmur Gg Bunga Anggerek No. 11 – Pasar VII Medan Tembung – Sumatera Utara.
Phone: +62 812 60050085
Wa/BBM: +62812 60050085 /D30EF095

GURANGSANG ALI

GURANGSANG ALI (RATOH)
Cut Nyak Dien 1848-1908 (duduk di tengah), sebelah kanan adalah Pang Laot. Saat diphoto ini Cut Nyak Dien sudah menderita penyakit rabun
Meulaboh 1894. Tampak seorang penari pria dan ensambel musik tradisi
Bismillahirrahmanirrahim
Ratoh atau do‘a gurangsang ali ini digunakan oleh orang aceh tempoe doeloe dalam peperangan sebagai satu do’a kesaktian (mantra), sekaligus juga sebagai satu seni tutur pembangkit dan pendorong semangat sakti pejuang2 endatu orang aceh tempoe doeloe, disamping hikayat-hikayat aceh lain yang membangkitkan semangat secara global(umum)contoh seperti hikayat prang sabi.
Di zaman peperangan dengan belanda sebelum dan sesudah tahun 1873, pejuang pejuang aceh yang menguasai do’a, ratoh, dan hikayat hikayat pembangkit semangat peperangan ditangkap lalu dipenjara bahkan diasingkan-dibuang keluar aceh oleh belanda.
Belanda sangat mengetahui salah satu tantangan yang sangat besar dalam agresi mereka yaitu kobaran semangat perlawanan dari rakyat aceh melalui do’a2, hikayat2, ratoh2.
Perbedaan yang tidak terlalu mencolok antara kata-kata dalam bait2 hikayat prang sabi dan Gurangsang ali yang sama2 bertujuan untuk membangkitkan semangat, hikayat prang sabi berperan secara global, sedangkan gurangsang ali bersifat khusus untuk individu, tetapi pada masa peperangan dahulu, baik masa kolonial belanda maupun masa-masa peperangan sebelumnya, pengamal gurangsang ali harus lebih dulu memahami hikayat prang sabi karangan Tgk.chik pantee kulu itu, sebagai anak kunci pembuka pintu menuju ke gurangsang ali.
Mantera sakti gurangsang ali di Aceh sangat populer dikalangan pendekar2 pejuang zaman peperangan dahulu dan juga digunakan oleh sebagian anggota gerakan aceh merdeka (Gam) dalam konflik di aceh beberapa waktu yang lalu.
Menurut sumber yang bisa dipercaya, do’a gurangsang ali efeknya bisa langsung dirasakan oleh pengamalnya untuk berbagai kepentingan yang berhubungan dengan kesaktian dan kekuatan, dengan syarat jika sipengamal mantra ini memahami secara mendalam makna yang terkandung didalam bait perbait gurangsang ali disertai dengan keyakinan yang kuat, dan harus melalui latihan-latihan terlebih dahulu.
Orang zaman dahulu memberi nama mantra atau ratoh ini dengan nama gurangsang ali dikarenakan salah satu panutan orang aceh dibidang keperkasaan-kesaktian yaitu Ali seorang sahabat Rasulullah itu, salah seorang panglima perang yang gagah berani di zaman Nabi Muhammad SAW.
Gurangsang Ali yang berarti “semangat ali“ atau semangat Ali.
Do’a ini diawali dengan Basmalah dan diakhiri dengan mengagungkan asma Allah diakhir baitnya, ini membuktikan bahwa gurangsang ali adalah salah satu ilmu kesaktian yang bermental spritualitas Islam.
Kalau kita simak bait perbait do’a gurangsang ali bisa kita simpulkan bahwa tidak ada unsur atau kekuatan-kekuatan dari luar yang dibangkitkan atau dengan kata lain murni kekuatan di dalam tubuh atau tenaga dalam yang bersifat sangat tradisional, tradisional yg dimaksudkan disini yaitu satu tehnik endatu (moyang) orang aceh untuk
membangkitkan kekuatan yang ada dalam tubuh melalui keyakinan hati-kebatinan (memotifasi-sugesti), melalui seni tutur atau ratoh (mantra yang dibacakan).
Ini berarti sumbernya dari pandekar aceh tempoe doeloe yang beraliran putih (white magic). Coba kita kupas lebih dalam lagi kata2 dalam gurangsang ali dalam bait perbait.
Endatu orang aceh tempoe doeloe sangat memahami bahwa segala sesuatu yang diusahakan jika terjadi maupun tidak, semata-mata karena rahman dan rahimnya ALLAH azzawajalla. Oleh karena itu yang merangkai do’a gurangsang ali ini dahulu mengawalinya dengan Basmallah, berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada yang khalik.
Berikut ini merupakan beberapa petikan dari mantra atau doa gurangsang ali beserta makna dan penjelasan nya :
-HU ALI GURANGSANG ALI BЀUDÖH BERЀUHI JЀUT2 ANGGOTA.
dalam bait ini siperangkai memerintahkan seluruh anggota indra tubuh untuk bangkit dengan penuh semangat disertai nafsu nafsu yang baik sebagai daya dorong untuk memunculkan semangat dan tenaga (bereuhi-birahi) seperti semangat dan nafsu Ali dalam medan peperangan.
-BЀUDÖH EE…!BULЀI BЀULAGЀI KABAT BЀUDÖH HAI URAT BAGÖЀ MЀUNILA.
Selanjutnya dibait ini memerintahkan kepada bulu bulu (bulei) diatas kulit sebagai unsur pertahanan paling luar ring 1 di Tubuh kita, untuk bangkit-bangun menjadi keras laksana unsur kawat (kabat-kawat), sekaligus memerintahkan semua urat-urat juga untuk bangkit seperti unsur besi yang paling keras (meunila-unsur besi yang paling baik dan paling keras).
-KULЀT NGÖN ASÖЀ KUTA NYANG KUKÖH BЀUKÖNG TЀUGÖH TUHAN KUASA.
Setelah pertahanan di ring 1 bulu dan ring tiga segala urat sudah siaga, diperintahkan kepada benteng pertahanan (kuta) di ring 2 yaitu kulit dan ring 4 yakni daging untuk menjadi kokoh kuat dan teguh, semuanya ini dengan izin dan kuasa Tuhan.
-DARAH NYANG KUYU KATREUN U GAKI DARAH BERЀUNI KAЀIK U MUKA.
kemudian darah sebagai bagian pertahanan yang mengalir dalam tubuh. Diingatkan dan diperintahkan untuk berpindah tempat, bagi darah yang tidak bersemangat-loyo (kuyu- loyo tidak bersemangat), untuk pindah ke bawah (katreun u gaki),digantikan oleh darah yang penuh semangat serta berani untuk menuju-naik ke posisi paling atas-muka (kaèk u muka).
Sebagai rujukan saja, bahwa GURANGSANG ALI sebanyak 8 bait sebagai lambang 8 penjuru ilmu Melayu Sumatera.
“HU ALI GURANGSANG ALI,
GANCENG ALAM GURANGSANG ALI. DI BAROH ALI
………
DENGOEN BEUREUHI POKU ALLAH
BERKAT DO’A NEK SAYYIDINA HAMZAH
BERKAT KALIMAT LAILAHAILLALLAH.
PULANG SAKAT.
TA BA PULANG BA
BA PULANG BA
PULANG PALING
PALIG PALO
PULANG KEUDRO
SENDIRINYA
BERKAT KALIMAT
LAILAHAILLALLAH”.

TUJU KELIMPAHAN


TUJU KELIMPAHAN merupakan ilmu kuno Melayu yang bertujuan agar rezeki tiada putus dan seseorang atau beberapa orang menjadi pemodal kita untuk jalan rezeki, ini bisa semacam pengeretan juga.
Tuju ini bukan mencuri hak orang lain, tapi peluang rezeki yang mendekati.
Inilah yang disebut:
Naik Tuah,
Tinggi Marwah,
Rezeki Melimpah,
Sihat Berkah
Langkah-langkah untuk mengamalkan Tuju Kelimpahan adalah:
1. Jemput Tuah Diri
Jampi:
“Bismi alif, ba, ta, tsa, jim, ha, kho, dal, dzal, ro, zay,
sin, syim, shod, dhod, tho, zho, ain, ghoin, fa, kof,
kaf, lam, mim, nun, wau, Ha, lam alif, hamzah, ya.
Kutegakkan dalam batang tubuhku.
Kaf, lam, nun, Ha, lam alif, hamzah, memenuhi segala batang diri akan cahaya.
Alif, ba, ta, dzal, zho, mim, ya, seri muka tuah untungku.
Tsa, jim, ro, zai, sin, syin, tho, lapang hidup jauh bala.
ha, kha, dal, apa dipegang apa elok, apa diberi naik tuah.
Shod, dhod, ain, ghoin, fa, kof, wau, langkah kanan silangkah tujuh.
Apa di ulu apa begagan.
Apa di dada apa beturai
Apa di jejak apa bebuah.
Ulu tuah, dada tuah, jejakpun tuah.
Berkat aku memakai si tuah badan, tuah kulit, tuah daging, tuah tulang hingga kedalam.
Tuah dipandang, tuah didengar, tuah terucap, tuah disir.
Makbul doa pengajar guruku. Nur cahaya akan diriku.
Laailaha illallah. hu”
Guna:
untuk mendatangkan eneri positif pada diri, hilang kesialan dll.
Digunakan dengan bahan dan olah gerak tertentu. Di budaya Suku Melayu, mantera tuah diri ini menggunalkan bahan:
Limau/jeruk Purut satu pasang
Bunga setaman tujuh jenis
Minyak wangi
limau/limau kuku harimau (untuk lelaki saja)
limau/jeruk pagar
air tujuh sumber.
2. Menaikkan Pemanis Siawang Lebih
“Hai simanggur bulan dan bintang. Matahari terbit di ubun – ubunku, bulan purnama di mukaku, bintang tujuh di keningku, bintang penabur di dadaku. Hai Allah tiada penabur di dadaku. Hai Allah tiada aku kelindihan duduk mak inang canang yang banyak berkat aku memakai si awang yang lebih. Jika aku duduk aku juga yang lebih, jika berdiri aku juga yang lebih. Jika aku berjalan aku juga yang lebih. Dilebihkan Allah, dilebihkan Muhammad, diebihkan baginda Rasullah berkat Lailahaillallah.
Mantra di atas adalah salah satu dari mantra si awang yang lebih yang bermanfaat untuk pemanis. Dinaikkan pada subuh dengan mengambil air liur dengan ibu jari kanan setelah dimantrai sapukan pada wajah, tangan dan dada.
3. Melepaskan Tuju Ke Seseorang
“Hai nisan menggarang, nallah mengangkangkan Sariah namanya, engkau yang kata Tuhan mari engkau kemari aku tahu asalmu mula jadi, wadi, muni, mani, maknikam, mari engkau kemari ini tempatnya engkau berkat Lailahaillallah Muhammadarrasulullah.”
Mantra di atas disebut jampi pelepas digunakan untuk pengeretan seseroang. Caranya adalah tentanglah biji mata seseorang yang akan dipelet saat dibayangkan dengan putus makrifat sambil membaca mantra pelepas di atas satu nafas kemudian tariklah ke dalam jantung. Harus putus makrifat seolah ada orang itu di depan kita.
4. Naikkan Gerak Sembilan.
5. Naikkan Tuju kelimpahan pada 13, 14, 15 Purnama.
sumber ijazah: Master Muhar Omtatok.



SEKILAS TENTANG PELET

Ilmu Pelet adalah ilmu gaib yang berfungsi untuk mempengaruhi alam bawah sadar atau perasaan seseorang agar tumbuh perasaan suka dan sayang atau cinta kepada orang lain.
Ilmu pelet juga bisa dikatakan sebagai Ilmu Pengasihan, Ilmu ini merupakan budaya mistik dan tradisi serta kultur yang banyak dipengaruhi oleh kepercayaan masyarakat akan hal-hal gaib.
Bahkan menurut informasi, di setiap negara dan wilayah memiliki ilmu pelet masing-masing dengan versinya sendiri – sendiri .
Aslinya, kata pelet yang populer di tanah Jawa (Jawa timur, Jawa Tengah – Yogya, Jawa Barat) tidak memiliki arti kata. Dan ilmu atau sihir yang sekarang dikenal sebagai pelet tersebut ternyata sangat populer era tahun 1970’an yaitu Sandiwara Radio Nini Pelet dari Gunung Ceremai.
Banyak istilah lain untuk ilmu memikat lawan jenis ini di masing-masing daerah, diantaranya :
* Daerah Sumatra Melayu ada banyak jenis, misalnya disebut Pekasih & Petunduk
* Ranah Minang & Melayu ada disebut sebagai Pitunang.
* Tanah Batak disebut Dorma.
* Kalimantan Barat disebut Kundang.
* Kalimantan Timur disebut Pitunduk.
Kebanyakan ilmu pelet ini dilakukan dengan berbagai macam ritual, mantra dan atau menggunakan azimat. Namun pelet juga ternyata mampu menembus ranah ilmiah.
Teknik kekuatan pikiran ini banyak dipergunakan di Amerika, Australia dan Eropa untuk memajukan bisnis, memenangkan proposal, bahkan untuk merubah (to sway) suatu keputusan yang sudah diambil. Banyak kisah sukses dari negara-negara maju tentang kemanjuran teknik Alpha Mind Control ini.
Pelet Melayu Deli
Jadi, saya telah jelaskan bahwa pelet merupakan jenis ilmu gaib yang berfungsi untuk memengaruhi alam bawah sadar seseorang agar jatuh cinta kepada orang yang mengirim pelet tersebut. Sebetulnya “mantra cinta” memiliki beragam cara dan istilah tapi fungsinya sama, yaitu untuk menanamkan rasa cinta di hati sasaran.
Tradisi mistis dan spiritual merupakan konsep universal meskipun ditempuh dengan metode-metode yang berbeda.
Setiap masyarakat yang meyakini adanya “kekuatan gaib”, pastilah mereka mengenal berbagai ilmu spiritual, termasuk ilmu yang fungsinya untuk percintaan seperti ilmu pelet.
Salah satu cara pelet dengan ramuan yaitu menggunakan bahan yang melekat pada kayu, yang melekat pada batu, yang melekat di pohon enau, pada lumpang, serta segala sesuatu yang bersifat lengket. Seluruh bahan digiling halus. Ini merupakan pelet kuno dari Sumatera Utara.
Ada pula pelet dengan memandang pantulan purnama hingga membayangkan orang yang ingin dipelet, seolah pantulan purnama itu adalah orang yang akan dipelet, lalu diputuskan makrifat seolah pantulan itu anda makan.
1. Pelet agar Disegani Orang:
Bismillahirrahmanirrahim
Batu bertitik batu berdenting,
Tige ie batu dacing,
Mulut tepempan gigi terkancing
Kau..(sebut nama orangnya)..tide bulih belebih kate pada aku.
Bile engko tide menurut diaku,
Durhake engkau lebih-lebih kepade Allah
Berkat kalimat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

2. Mantra Pemanis dan Pengasih

a. Pemanis Minyak

Tuang minyak kutuang
Kutuang di tapak tangan
Bukan aku minyak sorang
Aku minyak bulan bintang
Matahari dan cahye
Cahye bulan dan cahye aku
Cahye bintang cahye aku
Cahye matahari cahye aku
Cahye Allah cahye Muhammad
Berkait la ilahaillallah
Muhammadarrasulullah

b. Pelembut Hati

Yatim aku mati tasauf kata Allah (3x)
Roh kalam kawah kali-kali
Aku buang darah gemuruh 
Aku naik darah berani

c. Pengasih Bini

Salatu salamu alisa isa wamumni
Aku ambil hidup engkau
Sampai mati akulah tuhan engkau
Akulah nabi engkau di dunia ini

d. Bedak Pemanis
Bedak olak olek
Mari pakai ujung gunting
Kupakai bedak di luar kulit
Mesra dalam daging
Dengan berkat doa lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

e. Peseri Muka

Sirih senggang kuning
Naik belukar muda
Muka aku bagai anak mambang kuning
Berkat aku memakai doa setandang muda
Matahari tidak berseri
Seri naik ke tubuhku
Bulan tidak bercahaya
Cahaya naik ke mukaku
Cahya Allah caha Muhammad
Cahya baginda Rasulullah